Monday, March 31, 2014

Dear Cat People,
kali ini Radio Kucing akan berbagi pengalaman mengenai pasir kucing merk Kitty Sand. Pasir kucing Kitty Sand adalah pasir kucing alias cat litter berjenis silica.

Wah, apa itu pasir kucing jenis silica?
Apa bedanya dengan pasir gumpal pada umumnya?

Secara garis besar, pasir gumpal yang biasa ditemui di Pet Shop adalah pasir yang berbahan dasar bentonite, dimana bahan ini membuat pasir tersebut menjadi menggumpal jika terkena air. So, bagi Cat People yang benar-benar berhemat, pasir gumpal sangat tidak ekonomis karena tidak bisa di cuci seperti pasir Zeolith. Namun, tidak semua pasir Zeolith bisa dicuci, umumnya hanya pasir Zeolith No.1 dan No.2 yang bisa dicuci dan digunakan kembali. 

Nah, secara garis besar, pasir kucing jenis silica ini terbuat dari pasir silika dioksida, oksigen dan air.

Lalu, apa keunggulan pasir kucing jenis silica dengan pasir gumpal pada umumnya?
Mari kita simak bahasannya :)

Penampakan Produk
Berikut ini adalah penampakan produk Kitty Sand :

Sumber : http://www.kittysand.com/

Pasir Kucing Silica Kitty Sand tersedia dalam dua ukuran, ukuran kecil 3.8 liter dan ukuran besar 7.2 liter.

Kesan Pertama
Kesan pertama saya dengan produk ini sangatlah takjub, karena pada saat saya menuangkan produk cat litter ini ke dalam litter box, kucing-kucing disini langsung penasaran dan beberapa menit kemudian mereka antri untuk pipis, ehehhe. Nah, saat mereka pipis, baru saya menyadari bahwa akan terjadi perubahan warna saat butiran pasir terkena air pipis kucing, yaitu berubah menjadi kuning dan butirannya jadi hancur.  Yups, butiran pasir kristal yang awalnya agak sedikit besar perlahan jadi hancur. Namun, tidak hancur menjadi bubuk :)

Oiya, saya menggunakan pasir kristal silika Kitty Sand yang bertipe chunky. Penampakannya kurang lebih seperti ini :

Sumber : http://www.kittysand.com/

1 Karung bisa untuk berapa lama?
Kebetulan saat saya akan membeli Kitty Sand, kemasan yang tersedia hanya kemasan 3.8 liter saja. Pada bagian depan kemasan, kita bisa menemukan bahwa 1 kantong kemasan 3.8 litter Kitty Sand diclaim bisa untuk 1 bulan 1 kucing. Namun sepengalaman saya dengan 1 kucing 3 kitten (beberapa hari sebelum memberli Kitty Sand, saya menemukan kitten di deket warteg dan saya rescue ^_^), 1 kantong 3.8 liter pasir kristal silika Kitty Sand hanya mampu bertahan kurang dari 2 minggu. Itu pun semua butiran pasir sudah sangat basah dan sudah tidak bisa menampung pipis kucing lagi.  

Harga?
Pada minggu ketiga bulan Maret 2014, saya membeli Pasir Kristal Silika Kitty Sand 3.8 litter seharga Rp44.500. Untuk kemasan 7.2 liter tersedia dengan harga 84.500.

Sumber : @juwies
 
Kesimpulan Mengapa Memilih Pasir Kristal Silika Kitty Sand?
Praktis!
Hal ini lah yang pertama kali mendasari megapa saya mau mencoba jenis pasir ini. Sejujurnya, saat saya mencoba pasir kristal silica ini, memang terasa sangat praktis dan mudah. Ritual membersihkan litter box setiap pagi jadi terasa ringan.
Apakah pasir ini menggumpal? 

Tidak. Sama sekali tidak ada penggumpalan. Pipis kucing seakan terserap hilang dan yang muncul adalah butiran pasir yang menjadi kuning dan hancur. Namun, bagian pasir lain yang tidak terkena pipis kucing akan tetap berwarna seperti kristal, bening agak putih. 

Sumber : @juwies

Apakah harus di-scoop setiap hari?

Saya pribadi adalah tipe owner yang selalu mengecek litter box kucing setiap ada kesempatan, terutama saat sebelum pergi keluar rumah dan saat tida kembali di rumah. Bagi saya litter box yang bersih adalah cerminan owner yang gemar bersih-bersih, hhehe. Nah, dengan menggunakan pasir kucing ini, Cat People tidak perlu meng-scoop bekas pipis kucing, cukup meng-scoop sisa pup kucing saja. Bagi saya ini amat sangat praktis dan meminimalisir pekerjaan. Namun, jika pipis yang ditampung oleh pasir kucing kristal silika ini sudah "penuh" atau sudah "banyak", maka pasir silika akan basah, serupa seperi bubur dengan tekstur kasar. Hal ini menadakan bahwa bagian pasir tersebut sudah tidak bisa digunakan. Bagian tersebut ada baiknya dibuang saja.

Selain itu terjadi perubahan bau pada pasir ini jika pup atau pipis kucing terbiar lama tidak dibersihkan. Baunya seperti bau bahan kimia yang menusuk hidung dan membuat hidung gatal. Saya pribadi merasakan baunya agak membuat sesak dada. Mungkin ini adalah efek dari bahan kimia yang digunakan. Feeling saya (saya awam dalam hal kimia), sepertinya ada senyawa yang teroksidasi dan saat dihirup membuah nafas tidak nyaman. Entah berbahaya atau tidak, namun semenjak kejadian ini saya sepertinya berfikir 2 kali untuk menggunakan pasir ini kembali.


UPDATE September 2016.
Hola. Ada salah satu pembaca Radio Kucing yang sharing tentang pengalamannya me-reuse alias mempergunakan kembali pasir silica alias PASIR SILICA BISA DICUCI, LHO!





Klik pada gambar untuk memperbesar tampilan.


Semoga tulisan ini bermanfaat bagi Cat People semua-muanyah :)
Oiya, sumber tulisan ini berasal dari pengalaman pribadi saya.

Sincerly,

Radio Kucing  - @juwies

NB : Bagi yang akan mengambil/mengutip/copy paste/copas postingan/tulisan dari Radio Kucing harap menyertakan Radio Kucing sebagai sumber (beserta link-nya). Terimakasih.


========================

Ingin belanja makanan kucing, obat-obatan, kandang, vitamin, aksesoris, dan pengrlengkapan kucing lainnya dengan harga murah dan aman? Kunjungi Toko Juwies Radio Kucing ya! :)

Klik pada gambar untuk langsung mengunjungi! :)


Untuk Cat Lover yang ingin belanja langsung via whatsapp/line sambil ngobrol santai / konsultasi ringan mengenai kucing, silahkan hubungi:

Line: juwies
Instagram: radiokucing (bisa juga melalui klik pada gambar di atas)
Whatsapp: O856-2I2-647O (bisa juga melalui klik pada gambar di atas)

Makaciw!
Salam Paw Paw Paw Si Belang ~

Tagged: , , , ,

21 comments:

  1. makasih infonya.. kalo saya sih mas.. karena punya 3 kitten saya beli yang 7 liter itu 2 bungkus. 1 bungkus itu saya bagi ke 3 litter box.. kemudian pencucian seminggu sekali pasir tersebut saya cuci.. dan saya ganti dengan pasir yang baru.. itu rutinitas jadi untuk bau saya gak terlalu merasa .. kecuali kalo memakai clumping sand yang wangi..itu cuman seminggu dah ampun baunya.. penggunaan jenis makanan juga mempengaruhi dari bau juga mas.. bukannya pipis puss itu mengandung amoniak mungkin itu yg baunya bikin sesak.. saya gak pernah menemukan pasir saya sampai basah sih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mbak Ismute, apa kabar? :)
      Nai itu dia Mbak, saya teledor meninggalkan pasir silika tersebut lama tidak dibersihkan, dan saat saya cek baunya sudah beda dan sangat menyengat hidung :) Tentunya kalau rajin dibersihkan dan di cek tidak akan terjadi hal seperti yang saya ceritakan di atas :)

      Terimakasih sudah berbagi cerita ya, Mbak :)

      Oiya, pasirnya bisa di cuci ya, Mbak? Berkenan membagi caranya nggak, Mbak? :) Tentunya hal tersebut akan menjadi informasi yang sangat bermanfaat untuk Cat Lover lainnya :)

      Trims :)

      Delete
  2. dimana saya bisa pesan pasir ini,,,secara di bali sudah kosong

    ReplyDelete
  3. kalau ada rekomendasi suplier pasir crystal saya mau beli jumlah banyak secara saya punya kucing 6..

    ReplyDelete
  4. kalau ada rekomendasi suplier pasir crystal saya mau beli jumlah banyak secara saya punya kucing 6..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mas Blue Fontana.
      Saya beli di Ace Hardware, Mas. Kalau untuk supplier nya sendiri saya kurang tau, soalnya nyari di pet shop besar di Kota Bandung-pun jarang ada yang jual jenis pasir ini, dan saya menemukannya di Ace Hradware. Mungkin Mas Blue bisa mulai mencari pair ini di Ace Hardware terdekat :)

      Delete
  5. Hallo....saya thary. Saya mempunyai satu kucing dan saya memakai pasir ini. Sangat nyaman dan ringan . cuman karena sudah lebih dari satu minggu memakainya , warnanya berubah jadi kuning (pdhal tertulis di kemasannya utk 1 kucing 1 bln) semua. Saya pikir akan saya buang dan ganti dgn yg baru (saya tdk suka mencuci pasir...repot!!) apa itu benar???...pleaseee kasih sarannya krn saya juga sibuk bekerja.
    Thanks

    ReplyDelete
  6. D pontianak susah banget nemuin pasir ini.mohon info buat belinya donk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Sis Dina.
      Waktu itu saya beli di Ace Hardware, Mbak :)
      Kalau di Pontianak ada Ace Hardware, bisa dicoba dibeli kesana.... :)

      Delete
  7. Bukannya pasir silica itu bahaya? Saya habis browsing sana sini dapat info. Kalau pasir ini bisa memicu kanker kalau terjilat. Berhubung kucing saya senang grooming, jadi saya pakai pasir zeolit

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yak betul, berbahaya, namun berbahaya jika terjilat. Jika tidak terjilat? Tidak berbahaya asalkan penggunaannya benar. Sama seperti pasir gumpal (bentonite) yang juga berbahaya jika terjilat.

      Delete
  8. maaf ya komen di post lama soalnya pas nyarinyari review pasir kristal kitty sand yg muncul post ini. hmm, bukannya emang harus sering diaduk ya pasir itu biar tahan lama? jadi yg saya bacabaca sih kalo kucing pipis di pasir kristal, pasirnya diaduk biar pipisnya tersebar rata trus nguap juga jadi kayaknya ini yg bikin tahan lama? jadi bukan dibiarin terkonsentrasi trus dibuang sebagian ._.

    ReplyDelete
  9. maaf ya komen di post lama soalnya pas nyarinyari review pasir kristal kitty sand yg muncul post ini. hmm, bukannya emang harus sering diaduk ya pasir itu biar tahan lama? jadi yg saya bacabaca sih kalo kucing pipis di pasir kristal, pasirnya diaduk biar pipisnya tersebar rata trus nguap juga jadi kayaknya ini yg bikin tahan lama? jadi bukan dibiarin terkonsentrasi trus dibuang sebagian ._.

    ReplyDelete
  10. Cara cuci kristalnya cukup mudah.

    1. Beli pot plastik besar, kira-kira diameter 25/30 cm.
    2. Beli kawat saringan pasir, cukup 1 meter persegi saja. Dari kawat ini, dipotong mengikuti diameter dasar pot (buat sebanyak 2 buah, dan letakkan di dasar pot). Tujuannya agar kristal tidak jatuh melalui lubang pot, karena tertahan oleh saringan tersebut.
    3. kristal yang sudah kuning, kotor dan berbau bisa dituang ke dalam pot. Lalu disiram, sehari sekali selama 2-4 menit, sambil sesekali diaduk biar air merata. Setelah 5-6 hari maka kristal akan berubah warna menjadi bening.
    4. kristal yang sudah bening ini dijemur sampai kering dan berwarna putih. Baru kemudian bisa digunakan lagi.

    Ulangi proses 3-4 jika diperlukan.

    Semoga bisa membantu!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaaaakkkkk, makasih banget udah sharing dan berbagi di radiokucing.com

      Semoga senantiasa sehat Mpus-mpus nya :)
      Makasih banyak yaaaaaa :)

      *Salam paw paw paw

      Delete
  11. Replies
    1. Halo Sis Vera.
      Ngga, Sis. Dulu saya beli di ahehadwel... :)

      Delete
  12. Mau tanya untuk pencucian ulang pasir crystal ini... kalau sudah kuning katanya kan hancur... nah gimana dicuci nya? Soalnya lg tertarik buat cobain juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Agan Joe.
      Iya betul, yang basah kena air jadi hancur...
      Nah, ada sharingnya dr Sis yg di atas, Gan...

      Delete
  13. Apakah kalo dicuci pasir kristal yg semula kuning bisa jadi warna bening lagi apa tidak ya?
    Apa boleh dicampur dengan karbol seperti wipol utk mencuci pasir kristal nya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengalaman saya engga.
      Nah, yang di cuci pakai Wipol blm nyoba :)

      Delete

Halo. Terimakasih telah mengunjugi Blog Radio Kucing. Mari berkomentar dgn bijak dan sharing pengalaman tentang Kucing, our adorable pets! :D