Wednesday, March 25, 2015

Dear Cat People,
kali ini saya akan bercerita mengenai pengalaman Si Belang menjadi pendonor darah yang kedua kalinya. Cerita ini dimulai saat saya baru beres makan malam sehabis pulang kantor, Mbak Andrea tiba-tiba mengirim pesan melalui Whatsapp kepada saya. Isi pesan Whatsapp tersebut sangat simple, yaitu meminta tolong agar Si Belang bersedia dijadikan pendonor darah lagi. Saya langsung setuju dan mempersilahkan Mbak Andrea dan Mas Roland datang menjemput Si Belang untuk dibawa ke dokter hewan.

His name is Jake.
Namanya Jake. Kucing yang berjuan melawan penyakit parasit darah. Kucing kesayangan Mas Ronal ini berjuang sekuat tenaga untuk tetap hidup, bernafas, bermain, dan menghibur Si Empu-nya. Namun Tuhan berkata lain. Yap, Jake akhirnya harus pergi meninggalkan kita semua. Malam itu adalah malam perjuangan untuk Jake, Mas Roland, Mbak Andrea, Dokter hewan dan Petugas Medis yang membantu. Sudah banyak juga pemilik kucing yang datang mengantarkan kucingnya untuk mendonorkan darah. Namun sayang, malam ini belum ada jenis darah yang cocok untuk Jake.

Jake lagi pake baju kucing.
What a cute cat he is.
Sumber : Foto koleksi pribadi pemilik Jake

--------------------------------------------------------------------------------------

And, this is a story abou Jake.
The cat that unite us all...
a story from Andrea Sandra Dewi

This is Jake's story. The cat that unite us all :)
Jake merupakan kucing peranakan dari mix dan pure persia. Jake sebenarnya memiliki 2 saudara yang lain namun sudah hilang (nampaknya diambil orang). Jake, sewaktu ia masih kecil adalah tipe kucing yang penakut dan susah percaya dengan manusia. Sudah berhari-hari (bahkan dicoba setiap hari) Jake coba untuk  ditangkap tapi selalu gagal. 

Kebetulan, sudah menajdi kebiasaan di depan kontrakan selalu disediakan makanan untuk para kucing liar (stary cat). Lalu, suatu hari Jake datang dalam keadaan menggigil kedinginan. Ternyata Jake terkena demam (karena memang sedang musim hujan). Dimulai dari hari itu, setiap hari Jake datang dan makan di teras, di tempat dimana makanan untuk kucing liar disimpan dan disajikan. Hari demi hari Jake semakin besar. Jake tumbuh bersama kami. Jake juga diberi obat kutu dan obat cacing serta dipantau selama 1 minggu sebelum akhirnya dibawa masuk ke dalam rumah.

Jake saat berumur 2 atau 3 bln.
Sumber : Foto koleksi pribadi pemilik Jake

Sebenarnya, Jake sudah dicarikan adopter. Namun sayang, belum ada adopter yang dapat meyakinkan bahwa jika calon adopter tersebut akan membawa Jake, maka Jake akan benar-benar disayang dan dijaga. Lalu, seiring dengan berjalannya waktu, Jake semakin besar dan tingkah polahnya makin lucu, sehingga membuat dia makin susah untuk dilepas dan diadopsikan kepada orang lain. Akhirnya diputuskan bahwa Jake akan dirawat sendiri.

Jake takut main di luar (mungkin takut dibuang). Ketika yang lain dilepas di teras, dia hanya diam di depan pintu.

Jake ini suka "menabung". Dia sering menyembunyikan uang 2000-an, 5000-an, bahkan 20.000-an ke kasurnya. Karna waktu itu Jake belum vaksin, jadi uang yang "ditabung" oleh Jake digunakan untuk membiayai vaksinnya. (What a smart cat!). Namun ternyata, setelah Jake divaksin, kebiasaan Jake masih terus berlanjut. Terucaplah "Oh, nabung lagi buat steril ya, Jake?". Hehe.


Jake yang ganteng.
Sumber : Foto koleksi pribadi pemilik Jake

Awal mula Jake mulai sakit adalah ketika dipungutnya bayi-bayi kucing dari luar. Keadaan Jake mulai melemah, lemas dan demam tinggi. GloriaVet menjadi tempat kunjungan tetap tiap hari. Sampai akhirnya beberapa hari yang lalu diputuskan Jake harus dirawat inap. Kondisi Jake sudah parah, parasit darah sudah menyerang Jake. Jake berjuang selama beberapa hari di klinik sebelum akhirnya menghembuskan nafas pada 31 Januari 2015 jam 09.31

Malam sebelumnya merupakan malam yang amat bersejarah untuk Saya (Sandra). Hari itu saya tidak berniat untuk pergi ke klinik GloriaVet, namun karena ada kucing yang terkena air keras (akan saya upload juga nanti) membuat saya penasaran sehingga saya berkunjung ke klinik. Ketika saya sedang menanti, tiba-tiba drh. Ivan memanggil saya dan bertanya apakah Belang (kucing Mba Juwies) bisa dimintain tolong untuk donor darah atau tidak, karena pada saat itu kondisi Jake sudah amat drop. Saya langsung kontak mba Juwies dan segera mengatur waktu untuk menjemput Belang. Sampai di klinik darah Belang di cek dengan serum dari Jake dan ternyata gagal. 

Disana kami (saya, drh. Ivan, drh. Evi, Mas Roland, Mba Tere, bahkan Mas Hamdan dan Mas Ryan) mulai memutar otak mencari siapa lagi yang bisa dikontak untuk dimintain tolong.


Jake sedang berjuang untuk tetap bisa bertahan.
Sumber : Foto koleksi pribadi pemilik Jake

Setelah telepon kesana-kemari, posting disana disini.. Tak berapa lama datanglah mba Mayang (4 thumbs up buat mba Mayang). Mereka menjemput kucing mba Mayang, 3 kucing (Sorry Mbaa, aku lupa namanyaaa. Aku cuman inget bobot mereka plus Limbo, Vijay, hahahaha) ternyata masih belum ada yang cocok. Kemudian datanglah Ci Evy dengan dua jagoannya. Ternyata belum ada yang cocok juga. Akhirnya diambil keputusan untuk menjemput dua kucing Mba Mayang lagi untuk ditest. Dalam kegalauan kami, Mas Hamdan tiba-tiba membawa kucing dari luar (diam-diam dia care juga dengan Jake). Namun karna dilihat banyak luka di tubuh si kucing dan ditakutkan ada parasit yg terinkubasi maka Sang Kucing Preman dilepaskan kembali. Tak berasa jam sudah menunjukkan pukul 23.25 kami masih terus berharap. Ketika hasil test Vijay keluar, kami excited karena Jake tidak menolak. Tapi, waktu diadakan test kedua, ternyata gagal. Hasil test pertama pun dicocokkan kembali dan ternyata telah mengalami penolakan juga.

Kami hampir putus asa...

Namun kami ingat bahwa masih ada 1 cat lover yang bisa dimintain tolong. Kami telp Ci Christine, dan kami pun menjemput Michael. Sampai disana Mas Roland dan Mas Tommy (bener kan yah namanya?) dihadang oleh Papa Ti Tine yang ngomel2 (hihihi, maaaph yaaakk oommm...). Namun akhirnya berhasil kabur juga dengan jaminan motor. Darah Michael pun ditest lagi. Namun hasilnya sama dengan Vijay... (tidak cocok).

Akhirnya Mba Mayang memohon ke drh. Ivan untuk mengetes 1 kucing lagi (mengingat malam sudah semakin larut dan badan kami sudah semakin lelah). Diambil lah kucing "terkurus" mba Mayang (dengan bobot 4.3 kg). Ternyata masih belum cocok. Waktu sudah menunjukkan pukul 00.27 dan total sudah 11 kucing yang ditest. Akhirnya diputuskan untuk melanjutkan perjuangan kami esoknya dengan harapan Jake masih bertahan (karena Jake sudah beberapa kali kejang dan bahkan sempat tidak bernafas).

Jake. So handsome.
Sumber : Foto koleksi pribadi pemilik Jake

Esok pagi nya, notifikasi sudah ramai.. Ada beberapa yang bersedia kucingnya menjadi donor.. Saya kontak drh. Ivan untuk mengetahui keadaan Jake. Jam 08.27 saya mendapat kabar bahwa Jake masih hidup dan masih berjuang. Saya langsung mengkonfirmasi mereka yang bersedia.

Ketika proses "pengumpulan nyawa" masih berlangsung, saya mendapat kabar kurang mengenakkan. Jam 09.31 drh. Ivan memberi kabar bahwa Jake telah tiada. Seketika itu juga saya menangis sejadi-jadinya. Saya segera memberi kabar kepada yang telah bersedia membantu serta berterimakasih untuk niat mereka. 

Thanks buat Ci Evy yang sudah mau mengantarkan kedua jagoannya..
Thanks buat Mba Mayang yang walau dalam keadaan hamil 7 bulan namun tetap mau menemani kami sampai subuh.
Thanks buat Mas Hamdan dan Mas Ryan yang selama ini merawat Jake dan menemani Mas Roland dan Mba Tere.
Thanks buat Ci Christine yang mau diganggu tengah malam. Salam buat Papa, hehehehe.
Thanks buat Mba Juwies karna jadi bisa uwel-uwel Si Belang lagi... (laen kali Si Belang mau beneran di hak milik)
Thanks buat Mba Rischan yang mau aku repotin dan jadi jubir buat cari pendonor..
Thanks buat Mas Roland dan Mba Tere yang sudah menjadi Mama dan Papa yang supeeerr baik buat Jake... Dan thanks sudah kenalin kita ke Jake.
Thanks buat drh. Ivan dan drh. Grace yang mau memperjuangkan Jake sampai akhir hayatnya.. Bahkan merelakan waktu istirahatnya...
Thanks buat Onty Swasti, Mom Tresna, Ci Godiva, Ci Fenny, dan semua nya yang sudah membantu share dan memberikan support melalui media apapun. 

Dan terakhir, thanks untuk Jake.

Terimakasih karna sudah memberikan kami pelajaran yang tak ternilai. Terimakasih karna telah membuat kami saling mengenal. Terimakasih karna kau telah mau berjuang bersama kami.

Jake.
Dia mungkin bukan kucing saya, tapi dia telah menyatukan kami semua. Dia tetap akan menjadi kucing kami :)

Sselamat jalan, Jake.
Sampai berjumpa kembali, salam untuk kucing-kucing kami di atas sana. Doakan agar kami beserta kucing-kucing kami yang disini dapat selalu sehat... :)

Thanks Jake and see you... Til we meet again...



 
a story from Andrea Sandra Dewi

----------------------------------------

Jujur.
Saya ngenes banget baca cerita Mbak Andrea.
Jake really look a like Si Belang.

I dont know what gonna happen to me if Si Belang...

Sudahlah.
Jangan dibahas dulu.
Semoga kita semua selalu sehat.

Selamat jalan jake.


Salam,

Radio Kucing

Tagged: , , ,

0 comments:

Post a Comment

Halo. Terimakasih telah mengunjugi Blog Radio Kucing. Mari berkomentar dgn bijak dan sharing pengalaman tentang Kucing, our adorable pets! :D